ghuroba

Siapakah Ghuroba’?

Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam telah mengabarkan kepada umat nya bahwa Islam akan kembali datang dalam keadaan asing sebagaimana ia datang pertama kali dalam keadaan asing. Tetapi orang-orang yang masuk dalam keterasingan itu adalah orang-yang beruntung. Mereka adalah orang-orang yang selamat, yang berada dalam Rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

إن الإسلام بدأ غريبا  و سيعود كما بدأ فطوبى للغرباء.  قيل  :من  الغرباء يا رسول الله؟   النزاع من القبائل

“Sesungguhnya Islam muncul pertama kali dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing pula, maka beruntunglah orang-orang yang terasing.” Abdullah berkata, “Dikatakan, “Siapakah orang-orang yang terasing itu?” beliau menjawab: “Orang-orang yang memisahkan diri dari kabilah-kabilah (yang sesat).” (H.R Ahmad dan Ibnu Majah, dan di shahihkan oleh syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah) 

Dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda :

«يَأْتِي قَوْمٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ نُورُهُمْ كَنُورِ الشَّمْسِ، قَالَ أَبُو بَكْرٍ: نَحْنُ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: لاَ وَلَكُمْ خَيْرٌ كَثِيرٌ وَلَكِنَّهُمْ الْفُقَرَاءُ وَالْمُهَاجِرُونَ الَّذِينَ يُحْشَرُونَ مِنْ أَقْطَارِ اْلأَرْضِ، ثم قَالَ: طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ، طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ، قِيْلَ مَنْ الْغُرَبَاءُ؟ قَالَ: نَاسٌ صَالِحُونَ فِي نَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ

“Akan datang suatu kaum kepada Allah pada hari kiamat nanti. Cahaya mereka bagaikan cahaya matahari. Abu Bakar berkata, “Apakah mereka itu kami wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Bukan, tapi kalian mempunyai banyak kebaikan. Mereka adalah orang-orang fakir yang berhijrah. Mereka berkumpul dari berbagai penjuru bumi”. Kemudian beliau bersabda, “Kebahagian bagi orang-orang yang terasing, kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing”. Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah orang-orang yang terasing itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mereka adalah orang-orang shalih, yang jumlahnya sedikit di antara manusia yang buruk. Orang yang menentang mereka lebih banyak dari pada orang yang menaatinya.” (H.R Ahmad no. 6650 dan Thabrani no. 363) 

Ketika Islam datang ke dunia pertama kali dianggap asing, bahkan masyarakat arab  ketika itu menganggap Islam sebagai agama yang tidak masuk akal, karena Islam membawa ajaran yang sangat berbeda bahkan bertentangan dengan apa yang telah masyarakat arab lakukan pada waktu itu. Islam membawa kebenaran dan akan memberantas penyimpangan-penyimpangan yang mereka lakukan. Benar-benar saat itu Islam dianggap asing karena membawa kebenaran dan yang ada pada diri mereka adalah kebathilan. Apabila kita analogikan; kita pergi ke suatu desa atau pemukiman yang primitif/terbelakang dan kita membawa sesuatu yang baru dan mereka tidak mengenal itu sebelumnya, maka bagi mereka apa yang kita bawa itu amatlah asing, dan akan ada penolakan dari mereka.

Begitu pula Islam pada saat pertama kali datang pada masyarakat arab. Islam membawa kebenaran (Al-Haq) dari Rabb semesta alam, mengajak mereka kepada Tauhid (pengesaan) yakni menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang haq untuk di ibadahi dan di taati, dan memberantas semua penyimpangan, penyelewengan dan keburukan-keburukan yang telah mendarah daging pada diri mereka.

Maka, beruntunglah orang-orang yang asing, yang selalu dalam kebenaran meskipun mayoritas manusia sudah tersesat, yang selalu patuh terhadap syariat Allah dan Rasul-Nya sekalipun cap radikal, intoleran dan cap-cap buruk lainnya diberikan kepada mereka oleh musuh-musuh Allah. Mereka yang selalu bersabar dan tegar untuk selalu berada di atas sunnah-sunnah Nabi-nya hingga maut menjemputnya. Merekalah orang-orang yang beruntung. 

Al Ghuroba adalah label/sebutan untuk orang-orang yang istiqomah di atas Al-Haq. Mereka akan senantiasa ada hingga hari kiamat. Tidak akan memberikan madharat apapun terhadap keimanan mereka sampai datang ketetapan Allah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ

“Tidak akan pernah sirna (akan selalu ada) sekelompok ummatku yang dimenangkan atas kebenaran, tidak akan membahayakannya orang yang memusuhinya hingga hari kiamat sedangkan mereka tetap seperti itu.” (H.R. Muslim no. 1923)

Masa dimana Islam akan kembali menjadi sesuatu yang asing adalah masa-masa yang berat. Masa dimana ajaran-ajaran nya yang murni sudah banyak dilupakan. Digantikan dengan ajaran-ajaran baru yang tidak bersumber dari Islam dan sunnah-sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wasallam. Fitnahan, cacian dan hinaan kerap dirasakan oleh mereka yang senantiasa berada di atas Al-Haq ini. Tetapi mereka selalu bersabar dg selalu memohon kepada Allah untuk di tetapkan hati mereka dalam Islam. Dalam sebuah haditsnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ الصَّبْرُ فِيهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِمْ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ. قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ قَالَ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ

“Diakhir kemudian ada hari-hari (yang kalian wajib) bersabar. Bersabar pada saat itu seperti seseorang yang memegang bara api, dan orang yang beramal pada saat itu pahalanya sebanding dengan lima puluh kali amalan orang yang beramal seperti amalnya.” Abu Tsa’labah bertanya, “Wahai Rasulullah, seperti pahala lima puluh orang dari mereka ?” Beliau menjawab, “(Bahkan) seperti pahala lima puluh orang dari kalian.” (H.R. Abu Daud no. 4341, dishahihkan oleh syaikh Al Albani dalam shahih At Targhib ).

Walaupun mereka berada dalam keterasingan, akan tetapi pada hakikatnya merekalah orang-orang yang dikenal oleh Allah Ta’ala, sehingga keterasingan tersebut sama sekali tidak membuat mereka risih. Keterasingan mereka hanya diantara kebanyakan manusia, sementara kebanyakan manusia itu sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

وإن تطع أكثر من في الأرض يضلوك عن سبيل الله

“Jika kamu menaati kebanyakan manusia di bumi niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.”  (Q.S Al An’am : 116)

Mereka yang menyelisihi sunnah dan membenci orang-orang yang berpegang teguh dengannya, hakikatnya mereka yang berada dalam keterasingan. Mereka asing dihadapan Allah dan rasul-Nya serta dimata agama-Nya. Sehingga keterasingan ini akan sangat mengganggu mereka walaupun di dunia mereka adalah orang-orang yang terkenal, orang-orang yang disegani dan dihormati.

Generasi terasing yang beruntung, yaitu mereka yang tetap istiqomah (konsisten) mengamalkan dan mengajarkan Islam dan membebaskan diri dari pemikiran-pemikiran yang menyimpang dari Al-Qur’an dan Sunnah. Mereka menjadi asing karena kebaikan dan kebajikan yang dilakukan dan Rabb telah mencatat mereka sebagai orang yang beruntung, dan akan mendapatkan tempat yang mulia di sisinya yaitu Jannah.

Semoga kita semua termasuk golongan yang beruntung, terasingkan karena Kebenaran.

Wallahu’alam

Akhukum fillah… 

Penulis:
Ustadz Dirjo, M.Pd.
حَفِظَهُ اللهُ

× Kontak kami